< img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=1483958373329873&ev=PageView&noscript=1" />
Rumah / Berita / Berita Industri / Makanan apa yang cocok untuk peralatan makan aluminium foil?

Makanan apa yang cocok untuk peralatan makan aluminium foil?

Berita Industri-

Peralatan makan aluminium foil banyak digunakan dalam industri bawa pulang, piknik, makanan penerbangan, pembuatan kue, pesta dan industri pengolahan makanan karena bobotnya yang ringan, konduktivitas termal yang baik, plastisitas yang kuat, pendinginan dan pembekuan, dan pemanas oven (catatan: tidak dapat microwave!).

1. Jenis makanan yang cocok untuk peralatan makan aluminium foil

(1) Makanan yang perlu dipanggang atau dihangatkan:


Daging: Sayap ayam panggang, kaki ayam, iga, steak, tusuk sate, daging gulung, dll. Aluminium foil dapat mengunci sari daging dan memanaskan secara merata.
Ikan: Ikan bakar, ikan bakar, ikan kertas timah, dll. Mudah untuk dibungkus dan menjaga ikan tetap segar dan empuk.
Sayuran: Sayuran panggang (seperti kentang, ubi jalar, jagung, jamur, paprika, dll), sayuran panggang (seperti brokoli panggang, kentang tumbuk panggang). Pembungkus dengan kertas timah dapat menghasilkan efek mengukus dan memanggang, sehingga mempertahankan kelembapan sayuran.
Makanan yang dipanggang: Kue, roti, pai, kue tart, kue kering, dll. Cetakan alumunium foil (seperti cetakan kue dan cetakan kue tart) sangat umum digunakan, terutama untuk kebutuhan memanggang satu kali saja.
Makanan siap saji yang perlu dijaga tetap hangat: seperti nasi goreng, mie goreng, semur, dll untuk dibawa pulang. Kotak aluminium foil memiliki efek insulasi yang lebih baik setelah ditutup.

(2) Makanan yang perlu didinginkan atau dibekukan:


Hidangan siap saji/produk setengah jadi: Banyak produk setengah jadi yang perlu dibekukan (seperti barbekyu yang diasinkan, adonan kue yang sudah dicampur sebelumnya, dan produk setengah jadi pizza) sering kali dikemas dalam wadah aluminium foil, yang nyaman untuk dicairkan langsung dan dipanggang di dalam oven.
Makanan jadi/produk setengah jadi yang perlu dibekukan: Seperti lasagna beku, pasta, dan daging rebus.
Hidangan dingin: Salad (tanpa saus asam kuat), potongan daging dingin, piring keju, dll. Kotak aluminium foil memiliki sifat penyegelan yang baik dan nyaman untuk transportasi dan penyimpanan dalam lemari pendingin.

(3) Sup:


Sup kental dan sup (seperti sup jagung, sup krim jamur, dan sup Cina) dapat disajikan dengan baik dalam kotak aluminium foil. Catatan: Sup tidak boleh terlalu penuh agar tidak tumpah; aluminium foil bersifat lunak dan daya dukung bebannya terbatas, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati.

(4) Makanan dengan kandungan lemak tinggi:


Aluminium foil sendiri memiliki ketahanan minyak yang baik dan tidak mudah ditembus lemak. Cocok untuk menampung ayam goreng, kentang goreng, adonan stik goreng, dan masakan tumis dengan kandungan lemak tinggi. (5) Camilan kering dan makanan penutup: Kacang-kacangan, biskuit, popcorn, permen, kue kecil, dll.

2. Jenis makanan yang peralatan makan aluminium foilnya tidak cocok untuk disajikan

(1) Makanan asam kuat:


Tomat dan produknya: saus tomat, sup tomat, semur tomat (seperti borscht), pasta dengan tomat sebagai saus utamanya.
Makanan yang diasinkan/dicampur cuka: acar timun, ubur-ubur campur cuka, masakan yang digoreng dengan cuka, salad dengan saus yang banyak mengandung cuka.
Makanan yang direndam dalam jus lemon/jus jeruk: seperti ikan yang direndam dengan banyak jus lemon (ceviche), isian pai lemon.
Buah-buahan asam tinggi: nanas, kiwi, bayberry, hawthorn, dll, disimpan dalam waktu lama.
Alasan: Zat asam akan bereaksi secara kimia dengan aluminium, yang dapat menyebabkan aluminium larut ke dalam makanan, tidak hanya menghasilkan bau logam yang mempengaruhi rasa, tetapi juga asupan aluminium dalam jangka panjang dan dalam skala besar memiliki potensi risiko kesehatan (aluminium bukan merupakan elemen penting bagi tubuh manusia, dan asupan berlebihan dapat mempengaruhi sistem saraf, dll.). Pada saat yang sama, asam kuat juga dapat menimbulkan korosi pada aluminium foil, menyebabkan perforasi dan kebocoran pada wadah.

(2) Makanan yang bersifat basa kuat:


Meskipun tidak seumum makanan asam, zat basa kuat (seperti larutan soda kue konsentrasi tinggi dan air alkali) juga dapat bereaksi dengan aluminium dan harus dihindari.

(3) Makanan yang perlu dipanaskan dalam oven microwave:


Alasan: Aluminium foil akan memantulkan gelombang mikro di dalam oven microwave, mengakibatkan pemanasan tidak merata, kegagalan memanaskan bagian dalam makanan, dan dapat menimbulkan percikan api, merusak oven microwave atau bahkan menyebabkan kebakaran! Ini benar-benar tabu! Jika makanan ditempatkan dalam wadah aluminium foil dan perlu dimasukkan ke dalam microwave, makanan tersebut harus dituangkan ke dalam wadah yang aman untuk microwave.

(4) Makanan tajam atau sangat keras:


Wadah aluminium foil yang lebih tipis mudah tertusuk sehingga menyebabkan sup bocor.

3. Tindakan pencegahan dalam menggunakan peralatan makan aluminium foil Penggunaan terbaik:


Peralatan makan aluminium foil paling cocok untuk memanggang dalam oven, memanggang, mendinginkan, membekukan, dan makanan matang yang tidak bersifat asam kuat, produk setengah jadi, makanan yang dipanggang, daging, sayuran, sup, dan makanan ringan kering yang tidak memerlukan pemanasan microwave.
Hindari sepenuhnya: Makanan yang sangat asam dan pemanasan microwave. Tangani dengan hati-hati: Saat menyajikan makanan berkuah, berhati-hatilah agar tidak tumpah; hindari menyajikan benda tajam untuk mencegah tusukan.
Kebersihan dan Keamanan: Pilih peralatan makan aluminium foil yang memenuhi standar keamanan tingkat makanan. Hindari menggunakan kembali peralatan makan aluminium foil sekali pakai, karena pencucian dapat merusak struktur permukaan dan meningkatkan risiko pencucian aluminium.
Pertimbangan Lingkungan: Meskipun aluminium sendiri dapat didaur ulang, peralatan makan aluminium foil sekali pakai dikonsumsi dalam jumlah besar. Minimalkan penggunaannya atau pilih peralatan makan yang dapat digunakan kembali dan ramah lingkungan.